Archive for May, 2007

Berburu dan Meramu

manusia purbaOrangnya pintar, pasti dong, lha wong masternya di Universitas Ohio dan sekarang calon doktor di Universitas Harvard. Tapi sayang, kalau nulis (bahkan cuma untuk komentar ringan di milis pun) selalu mengutip pakar-pakar asing. Seolah-olah dia gak pede kalau gak ngutip barang satu atau dua pakar yang namanya susah dieja dengan lidah orang Indonesia. Apalagi kalau udah nulis, wuihh udah deh, puluhan atau bahkan ratusan kutipan dan nama-nama aneh bersileweran dalam tulisannya.

Ini adalah fenomena intelektual kampung (an). Sindrom orang kampung yg datang ke kota. Lalu supaya dianggap kota (an), maka dia harus menggunakan “atribut-atribut kota” saat berhadapan dengan orang lain. Padahal orang kota beneran, ga perlu kaya gitu, atau ga senorak itulah, karena dia sudah pede bakal dianggap sebagai orang kota.

Nah, intelektual kaya gini juga mengalami sindrom yang mirip. Dia merasa tidak terlalu pede jika gak ngutip. Serasa omongannya kurang ilmiah, atau seolah-olah dia takut dianggap orang bego sehingga perlu melampirkan kutipan dari tokoh tertentu.

Sebagai penguat argumentasi, sah-sah saja jika kita melakukan kutipan, apalagi dari orang yang memiliki otoritas tinggi dalam hal tertentu. Namun, bila kebanyakan malah lucu. Kita gak tau mana yang merupakan argumentasi yang bersangkutan dan mana argumentasi tokoh yang dikutip. Atau jangan-jangan orang kampung macam ini sedang bermain dengan dua strategi adu gagasan. Strategi pertama adalah bahwa jika argumentasi itu benar, maka dia ikutan nebeng sebagai orang yang benar. Sebab, toh jika saya mengutip orang tertentu itu bearti saya juga memilki pendapat yang sama. Strategi kedua adalah lari dari kesalahan, sebab jika ternyata analisa berdasarkan kutipan itu salah, maka dengan enteng pun dia akan menjawab, lha saya khan cuma ngutip. Kalau ternyata salah, silahkan salahkan Huntington, Rhodee, Geertz, Duverger, Comte dan lain-lainnya itu.

Gaya seperti ini lazim kita temukan di kalangan tertentu, biasanya lulusan Amerika dan S1-nya berasal dari sebuah perguruan tinggi di Ciputat. Kalau tulisan atau omongan mereka tidak bertabur kutipan serasa kurang afdol. Makanya jangan heran, jika kita baca tulisannya, walau cuma lima halaman, tetapi bisa dengan puluhan kutipan dan lebih dari sepuluh daftar pustaka. Ck..ck..mantap. Kalau bikin skripsi, thesis,atau disertasi saya yakin di bagian belakang akan tercantum bukan lagi sekadar daftar pustaka, tetapi daftar buku di perpusatakaan. Dahsyat bo.

Orang macam ini sebenarnya orang yang biasa-biasa saja kecerdasannya. Cuma, mereka punya spirit yang luar biasa untuk maju. Ini positif sekali. Cuma ke-kampungannya tidak bisa ditinggalkan. Meskpun sudah doktor, gak pede juga untuk berpendapat sendiri sehingga harus cari kutipan lagi. Sebenarnya sayang, mereka jadi rujukan orang banyak dengan bunga-bunga kutipan itu. Padahal, orang-orang macam ini masih berada di level terendah peradaban manusia, yaitu berburu dan meramu. Mereka berburu bacaan dan meramu kutipan di sana-sini..dan jadilah sebuah tulisan atau gagasan yang diklaim sebagi pendapat sendiri.

Semoga saya terlindung dari kekampungan yang seperti ini

4 comments May 30, 2007

Suling dan Ular yang Aneh

ular-kobra.jpgSuatu sore di Republik Mangkuprit, 25 Mei 2007, muncul seorang peniup suling ular di tengah keramaian, persis di depan pendopo istana. Namanya Amin. Dia sesumbar bisa mengeluarkan seluruh-ular-ular di negeri Mangkuprit agar bisa ditangkap dan dimusnahkan oleh penduduk. Pasalnya, sudah lama penduduk resah dengan keberadaan ular-ular yang sering memakan ternak ayam mereka.

Amin pun tidak membiarkan penduduk menunggu lama. Sekelebat, seruling ular sudah berpindah dari dalam buntelan ke kedua tangannya. Amin pun beraksi memainkan nada yang paling tidak bisa dihadapi oleh ular mana pun di negeri itu. Ia memainkan alunan nada Daulat Kesaktian Pawang (DKP).

Tidak lama kemudian, ratusan ular beragam jenis keluar dari sarang. makhluk-mangkluk buas itu meliuk-liuk mengikuti lantunan seruling Amin. Mereka tidak kuasa bertahan di dalam sarang yang nyaman karena irama seruling Amin begitu menghentak syaraf dan naluri ke-ular-an mereka. Jadilah mereka terpaksa keluar sarang meski itu di luar kemauan. Penduduk pun dengan leluasa segera menemukan sekaligus melumpuhkan biang masalah yang selama ini membuat mereka resah.

Tapi, tiba-tiba, dari dalam istana muncul seekor ular yang sangat besar, mungkin sejenis olar boa yang sanggup memakan kambing. Ular raksasa ini pun tak tahan dengan nada yang dimainkan Amin. Meskipun mencoba bertahan, tubuhnya tak kuasa untuk tidak berjoged sambil mendekati arah suara seruling.

Anehnya, di sela-sela joget-nya yang menghentak itu, sang ular ini berteriak-teriak kepada kalayak ramai yang berkumpul di depan Istana: ” Sumpah saya bukan ular. Saya tidak pernah memakan ternak anda. Percaya deh, saya ini bukan ular. Saya hanya difitnah. Harga diri dan martabat saya telah dicemarkan. Coba lihat KUHP deh. Orang yang mencemarkan nama baik saya bisa dihukum. Tapi saya tidak akan menuntut. Cuma, tolong hentikan fitnah terhadap diri saya. Yakinlah, saya bukan ular, dan saya tidak memakan ternak anda,”

Warga yang berkumpul di depan istana terperangah. Mereka kaget bukan main. Hanya saja, di dalam kepala warga benar-benar tertulis kalimat keheranan yang sama.” DASAR ULAR YANG ANEH!,”

..he..he

Add comment May 28, 2007


Blog Stats

 

May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Archives

Recent Posts

Blogroll

Recent Comments

rintho on Berburu dan Meramu
Berburu dan Meramu I… on Berburu dan Meramu
murdin on Memahami Survei Politik
madaff on About
Hafil on Mencari Kubur Tan Malaka (Malu…

dodol

More Photos

Data Pribadi Empunya Blog

Hi, Nama saya Hasan Nasbi A Asal Sumatera Barat Lulusan Ilmu Politik UI Pernah bekerja sebagai Wartawan Kompas (2005-2006) Sejak 2006-awal 2008, saya bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia. Saat ini saya bekerja sebagai Program Manager di Indonesian Research and Development Institute. Sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk penelitian terutama survey pra-Pilkada di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Saya sangat suka dengan bacaan bertema kiri, Amerika Latin, Timur Tengah, Konspirasi, dan Pemikiran Politik. Blog ini bukan dimaksudkan untuk menyajikan tulisan yang ilmiah dan teoritis. Blog ini hanya sekadar tempat melepaskan unek-unek agar tidak muncul menjadi jerawat. Makanya, jangan heran jika sering ditulis dengan bahasa sinis, ketus, atau bahkan marah-marah. Kritik dan komentar anda sekalian adalah sumbangan berharga bagi saya.