Archive for April, 2007

Ketaatan pada negara

lapindo.jpgAda ribuan orang tercerabut dari tempat tinggal mereka akibat ulah perusahan serakah yang lalai. Logisnya, semua kerugian itu diganti oleh perusahan bersangkutan. Namun, mana ada pemodal yang jujur? Tabiat pemodal selalu sama, dan ini berlaku di mana-mana, bahwa dengan modal yang sangat minimal untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Lha, ini untung aja kaga dapat, moso’ mau ngeluarin ongkos ganti rugi yang sangat banyak..gitu..

Sialnya lagi, kejahatan seperti ini dibiarkan oleh negara. Meskipun berapa kali terlihat ada perhatian, tidak lebih hanya sebagai angin surga. Hanya janji-janji, tapi tidak untuk dinikmati di dunia ini.

Bisa juga, perhatian yang diberikan hanya untuk memecah barisan warga yang menjadi korban, sebab, mereka bisa bacok-bacokan sendiri ketika sebagian diberikan kompensasi sementara yang lain tidak. Kepentingan yang beragam di antara warga yang menjadi korban juga bisa menyebabkan mereka ribut dan bunuh-bunuhan sendiri. Hal itu bisa dijadikan alasan si empunya Lapindo untuk berdalih menunda ganti rugi, lha mereka sendiri gak kompak kok!

Kejadian ini bisa berlarut-larut hanya karena negara kita lalai. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai representasi negara pura-pura budek, atau mungkin takut untuk memerhatikan tuntutan warga. Ketakutan pemerintah (atau mungkin sengaja untuk mengabaikan?) presiden sangat kentara mengingat beberapa bencana nasional (Lumpur Lapindo dan tragedi Adam Air) tidak diusut sebagaimana mestinya hanya karena kebetulan disebabkan oleh perusahaan milik petinggi Golkar. Kebetulan lagi, mereka juga memegang posisi penting di republik ini. Padahal, apa susahnya bagi presiden untuk menunjuk hidung salah satu bawahannya agar bekerja keras menyelesaikan hal ini. Kalau tidak beres, sang pejabat itu diganti saja.

Jika sudah carut-marut seperti ini, negara Indoensia, yang diwakili oleh pemerintahan SBY, sudah sangat zalim. Mereka dengan sengaja sudah meniadakan sesuatu yang bisa mengikat warga negara untuk setia. Jika warga negara merasa sudah diabaikan oleh negara, dan hak mereka untuk hidup layak dibiarkan dicabut paksa oleh pihak lain, maka mereka berhak mempertanyakan urgensi kesetiaan terhadap Indoensia, “apakah kami masih warga negara Indonesia”.

Sangat bagus iklan tayangan Republik Mimpi yang mengangkat pernyataan warga korban Lapindo. Dalam tayangan itu diperlihatkan bahwa korban Lapindo akan mencari suaka ke tiga tempat, yaitu AS, Australia, atau Republik Mimpi. Ini adalah sindiran yang sangat tajam. Semacam pembangkangan karena merasa sudah tidak dijamin lagi oleh negaranya. Namun sayang, pemerintah tidak menggunakan kuping sebagaimana mestinya. Kuping pemerintah ditaruh di dekat liang duburnya, sehingga hanya bunyi kentut yang bisa kedengaran.

Saudara-saudara yang menjadi korban Lapindo, camka dalam pikiran kalian semua bahwa kalian berhak untuk marah, sebesar apa pun kemarahan yang kalian miliki. Anda berhak untuk tidak lagi setia kepada republik ini. Kalian berhak untuk tidak lagi menaati aturan main di negara ini. Kalian berhak untuk mencari suaka, kalian berhak memberontak, bahkan, kalian berhak untuk melakukan kekerasan untuk berjuang. Sebab, mungkin hanya dengan itu kalian didengarkan. Berjuang dengan cara baik-baik seringkali tidak tuntas, karena kalian berhadapan dengan iblis yang menjelma di atas dunia. Segala tipu daya dan kelicikan adalah milik mereka, sehingga kalian hanya akan diperdaya.

Hancurkanlah sesuatu yang menurut pemrintah penting. Sabotase tempat yang dianggap strategis. Memang, kalian akan berhadapan dengan polisi, mungkin juga tentara, atau kelompok preman yang dibayar oleh iblis, atau turunan iblis. Tetapi, barangkali hanya dengan itu bola salju bisa digulirkan. Bila bola salju sudah bergulir, apa pun akan dilindas. Kalian butuh martir yang mati untuk perjuangan ini, karena orang Indonesia itu cuek, dan terlalu sibuk memikirkan kebutuhan hidup mereka masing-masing. Kalian tidak akan jadi bahan perhatian sebagaiman mestinya sebelum ada sesuatu yang luar biasa. Mungkin satu atau dua kematian bisa memancing simpati buat kalian. Selamat berjuang saudaraku.

Unek-unek hari Rabu, 24 April 2007

Mangkuprit

Add comment April 25, 2007

Spesialis Pilkada

drunken_master.jpgPAN sudah sehati dengan PKB. Sarwono Kusumaatmadja (SK) sebagai calon gubernur DKI dari PKB sudah diterima oleh PAN. Sebagai imbalannya, PAN memasang Jeffry Geovannie (JG) sebagai calon wakil gubernur. Wah, meskipun masih kurang sekitar 4% suara lagi, pasangan ini punya peluang untuk berlaga bersama Foke dan Adang.

Kasian Agum dan Rano. Dua kandidat paling potensial untuk jadi Gubernur dan Wagub malah tersingkir keluar gelanggang sebelum bertanding. Ini pelajaran baru bagi para kandidat potensial yang tidak menggandeng konsultan tangguh, mereka dibuat kalah sebelum bertanding

Namun, yang menarik adalah JG. Bukankah orang ini adalah salah satu calon gubernur di Sumbar tahun 2005 silam? Dia kalah telak adu kesaktian dengan Gamawan Fauzi, Padahal, konon sudah menghabiskan 18 M.

Mantan Ketua PAN Bali ini memang fenomenal, meski bukan fenomena positif. Bak bajing loncat, dia pindah dari satu Pilkada ke Pilkada lainnya. Seolah-olah, Pilkada adalah lowongan kerja yang harus diburu walaupun sampai ke negri Cina..he..he

JG, kalau dia mau, bisa memecahkan rekor peserta Pilkada langsung paling sering. Kalau nanti di Jakarta juga kalah, masih banyak Pilkada di tempat lain.

Bravo uda Jeffri, masih ada sekitar 17 Pilkada Provinsi di Indonesia sepanjang 2007-2008. Uda bisa juga melamar di Bali, Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dll. Atau, kalau sudah ga kuat di Pilkada provinsi, lowongan masih terbuka di sekitar 40-an Pilkada kabupaten/kota. Peluang masih terbuka bung…maju terus..masih banyak Pilkada di tempat lain. Kalau perlu survey Pilkada seblum maju, kami bersedia membantu…he..he dasar oon..

Add comment April 20, 2007

Test

ini percobaan

Add comment April 19, 2007


Blog Stats

 

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Recent Posts

Blogroll

Recent Comments

rintho on Berburu dan Meramu
Berburu dan Meramu I… on Berburu dan Meramu
murdin on Memahami Survei Politik
madaff on About
Hafil on Mencari Kubur Tan Malaka (Malu…

dodol

More Photos

Data Pribadi Empunya Blog

Hi, Nama saya Hasan Nasbi A Asal Sumatera Barat Lulusan Ilmu Politik UI Pernah bekerja sebagai Wartawan Kompas (2005-2006) Sejak 2006-awal 2008, saya bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia. Saat ini saya bekerja sebagai Program Manager di Indonesian Research and Development Institute. Sebagian besar waktu saya dihabiskan untuk penelitian terutama survey pra-Pilkada di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Saya sangat suka dengan bacaan bertema kiri, Amerika Latin, Timur Tengah, Konspirasi, dan Pemikiran Politik. Blog ini bukan dimaksudkan untuk menyajikan tulisan yang ilmiah dan teoritis. Blog ini hanya sekadar tempat melepaskan unek-unek agar tidak muncul menjadi jerawat. Makanya, jangan heran jika sering ditulis dengan bahasa sinis, ketus, atau bahkan marah-marah. Kritik dan komentar anda sekalian adalah sumbangan berharga bagi saya.